|
Dengan penyertaan Tuhan yang Maha Esa, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-75, dan bertujuan untuk lebih memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat dan jiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, 95 peserta yaitu masyarakat Indonesia yang datang dari beberapa negara di Eropa al. dari Belanda, Denmark, Itali, Jerman, Swiss dan Austria berkumpul bersama di kota Tulln, Austria, mengikuti seminar sehari pada tanggal 25 Oktober 2003 dengan topik "Sumpah Pemuda Sebagai Dasar untuk Lebih Memahami Arti Negara Kesatuan Republik Indonesia." (Sumpah Pemuda Dasar Pemahaman NKRI).
Setelah mengikuti ceramah yang disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia, T.A. Samodra Sriwidjaja; Dirjen Informasi, Diplomasi, Publikasi dan Perjanjian Internasional Deparlu, Drs. Mangasi Sihombing; Prof. Dr. Mubyarto Guru Besar Ekonomi Pancasila pada Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dengan Dr Sunggul Sinaga sebagai moderator, masyarakat Indonesia di Eropa merasa prihatin melihat adanya tendensi tercerai-berainya negara dan bangsa Indonesia akibat berbagai krisis multidimensi.
Oleh karena itu, dalam seminar memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-75 yang diprakarsai oleh Persekutuan Kristen Indonesia (PERKI) Se-Eropa bekerjasama dengan Keluarga Kristen Indonesia di Austria (KKIA) dan KBRI Wina, pada tanggal 24-26 Oktober 2003 di Tulln - Austria, peserta sepakat pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diskusi peserta Seminar yang dibagi dalam 3 kelompok menghasilkan beberapa rekomendasi, kemudian dirumuskan oleh tim perumus dan ditandatangani oleh Dr. Purbo B. Hadinoto, Bapak Hari Ginardi dan Ibu Yuyu Mandagie. Rekomendasi-rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut :
Bidang Pendidikan -Pendidikan perlu diperbaiki untuk membentuk jiwa dan mental gotong royong serta meningkatkan kepemimpinan dan daya saing bagi generasi muda, sesuai semangat Sumpah Pemuda 1928 -Tenaga pengajar dan pengelola pendidikan perlu ditingkatkan kualitasnya. -Keterlibatan Orang-orang yang mampu dalam Gerakan Orang Tua Asuh sangat dibutuhkan -Memberi kesaksian hidup yang demokratis, toleran dan penuh kasih sayang mulai dari keluarga masing-masing
Bidang Sosial & Budaya -Revolusi mentalitas yang peduli bangsa untuk membangun sikap gotong royong -Semua komponen bangsa harus mendukung terciptanya keadilan sosial dengan cara gotong-royong -Pluralisme di Indonesia harus dilihat sebagai potensi bangsa
Bidang Hukum -Independensi Lembaga Hukum harus terjamin -Kebebasan mengemukakan pendapat harus terjamin -Kesadaran atas hak dan kewajiban pribadi sangat perlu ditingkatkan
Bidang Ekonomi -Kekayaan Sumber Daya Alam di daerah, pemanfaatannya harus diutamakan untuk kepentingan masyarakat setempat, dan dalam pembangunan Perekonomian harus memperhatikan faktor Ekologi serta semangat gotong-royong. -Hasil pembangungan ekonomi nasional, harus diprioritaskan untuk peningkatan pengembangan usaha kecil dan menengah dan yang akan menjamin keamanan sosial.
Bidang Politik -Political will harus ditingkatkan di seluruh komponen lapisan masyarakat -KKN harus diperangi oleh segala lapisan masyarakat -Mewaspadai pengaruh2 dari luar terutama LSM yang berkedok HAM tetapi bertujuan untuk perpecahan bangsa.
|